Asal mula Titik dan Harakat Al Qur'an

Al Qur'an mula-mula ditulis tanpa titik dan baris. Namun demikian hal ini tidak mempengaruhi pembacaan Al Qur'an karena para sahabat dan para tabi’in adalah orang-orang yang fasih dalam bahasa Arab. Oleh sebab itu mereka dapat membacanya dengan baik dan tepat. Tetapi setelah agama Islam tersiar dan banyak bangsa yang bukan bangsa Arab memeluk agama Islam, sulitlah bagi mereka membaca Al Qur'an tanpa titik dan baris itu.

Apabila keadaan demikiam dibiarkan, dikhawatirkan bahwa hal ini akan menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pembacaan Al Qur'an.

Maka Abul Aswad Ad-Duali mengambil inisiatif untuk memberi tanda-tanda dalam Al Qur'an dengan tinta yang berlainan wamanya dengan tulisan Al Qur'an. Tanda-tanda itu adalah titik di atas untuk fathah, titik di bawaln untuk kasrah, titik di sebelah kiri atas untuk dlummah dan dua titik untuk tanwin, Hal ini terjadi pada masa Muawiyah.

Kemudian di masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 - 705 M.), Nashir bin Ashim dan Yahya bin Ya’mar mennambahkan tanda-tanda untuk huruf-huruf yang bertitik dengan tinta yang sama dengan tulisan Al Qur‘an. ltu adalah untuk membedakan antara maksud dari titik Abul Aswad Ad Duali dengan titik yang baru ini.

Titik Abul Aswad adalah untuk tanda baca dan titik Nashir bin Ashim adalah titik huruf. Cara penulisan semacam ini tetap berlaku pada masa Bani Umaiyah, dan pada permulaan Abbasiyah, bahkan tetap dipakai pula di Spanyol sampai pertengahan abad ke 4 H. Kemudian ternyata bahwa cara pemberian tanda seperti ini menimbulkan kesulitan bagi para pembaca Al Qur'an, karena terlalu banyak titik, sedang titik itu lama kelamaan hampir menjadi serupa warnanya.

Maka Al Khalil mengambil inisiatif, untuk membuat tanda-tanda yang baru, yaitu huruf waw kecil diatas untuk tanda dhammah, huruf alif kecil untuk tanda fathah, huruf ya kecil untuk tanda kasrah, kepala huruf syin untuk tanda syiddah, kepala ha untuk sukun dan kepala ain untuk hamzah.

Kemudian tanda-tanda ini dipermudah, dipotong dan ditambah sehingga menjadi bentuk yang ada sekarang ini.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Video Gallery